Langsung ke konten utama

Keputusan Dewan Juri Tidak Bisa Diganggu-gugat

Pernah dengar pernyataan berikut?
“keputusan dewan juri tidak bisa diganggu-gugat”
Dalam suatu pertandingan, perlombaan, maupun kujuaraan, pernyataan di atas benar adanya, bahwa keputusan yang diberikan dewan juri adalah benar dan tidak dapat ditentang. Apa jadinya kalau keputusan dewan juri dapat ditentang? Mungkin julukan ‘Hand of God’ yang melekat pada pesepak-bola Maradonna bisa dicabut. Kenapa tidak? Karena pihak yang kalah akan komplain bahwa Maradonna melakukan sebuah pelanggaran. Tapi, lagi-lagi keputusan wasit tidak dapat diganggu-gugat.
Lalu sekarang, setelah pesta demokrasi yang terjadi di negara kita usai, pihak yang kalah tidak terima dan mendaftarkan gugatan mereka. Lha kalau yang kalah selalu tidak terima dan menggugat kemenangan yang menang, apa kata dunia? Oke, kalau yang kalah pasti tidak terima dengan kekalahannya padahal ia sudah berjuang keras untuk memenangkannya, tapi apa mau dikata? Yang namanya kalah tetap kalah. Udah kalah tapi tidak terima, emangnya anak kecil yang selalu ingin menang? Dan lagi, kalau yang kalah selalu tidak terima, terus kapan selesainya? Oke, kalau hadiah dari pertandingan tadi barang yang awet seperti barang mebel, elektronik, dan sebagainya. Tapi kalau hadiahnya termasuk barang yang tidak awet, seperti makanan, keburu busuk duluan ntar. Dan akhirnya tidak ada yang mendapatkan hadiah tersebut. Masih mending cuma makanan, lha kalau ini yang diperebutkan kursi kepresidenan plus paket bonusnya yaitu negara yang akan dipimpin, terus dibiarkan menggantung tidak jelas nasibnya gara-gara mempermasalahkan keputusan yang sudah dibuat, kapan selesainya?
Kalau dibiarkan seperti ini terus, jangan salahkan rakyatnya kalau makin lama makin tidak percaya dengan kalangan atas alias para wakil rakyat yang mendapat amanah untuk mengarahkan Indonesia menuju negara yang maju, bukan maju kejelekkannya, tapi maju kebaikkannya. Banyak sekali harapan yang ditaruh kepada kita dari para pendahulu kita baik dari karya seni yang mereka ciptakan maupun darah dan keringat yang mereka tumpahkan demi tanah air ini. Masih ingat apa isi sumpah pemuda? Berbangsa satu, bangsa Indonesia. Bertanah air satu, tanah air Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia.
Kalau dibiarkan seperti ini terus, rakyat akan kecewa. Kalau kecewaan terkumpul akan menjadi kebencian. Kebencian terkumpul akan menjadi ketidakpercayaan. Kalau rakyat sudah tidak percaya lagi, AKANKAH NKRI TETAP SATU???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Meringankan Tubuh

Pernah dengar ilmu ini? Apa yang akan anda lakukan jika ternyata tanpa anda sadari, anda sudah memiliki ilmu ini? Menjadi atlet lompat tinggi atau lompat jauh? Mendaki gunung terjal? Atau lain sebagainya, terserah anda! Kalau dikaji sedikit lebih dalam, ternyata kita juga bisa memiliki tubuh yang ringan, melangkah atau bahkan berlari dengan sangat ringan. Terus, apa ada syarat-syarat khusus agar bisa memiliki ilmu ini? Misalnya puasa selama berhari-hari tanpa makan, tidur di kuburan, atau melakukan suatu amalan khusus lainnya? Sebenarnya, syarat yang harus dimililki tidak perlu yang menyiksa diri seperti tadi. Cukup satu saja, apa itu? Itu adalah ikhlas. Lha koq bisa?! Emangnya kalau kita ikhlas atau rela, kita bisa meringankan tubuh kita?! Begini penjelasannya. Ilmu meringankan tubuh di sini bukan berarti tubuh kita menjadi lebih ringan dalam artian sebenarnya. Yang mulanya punya berat badan 80, trus jadi 60 atau lebih. Kalau gitu resep diet dengan ikhlas saja donk!! Buka...

E-book Gratis- The Girls of Riyadh

Sebenarnya post ini lanjutan dari “Ternyata Kerajaan Saudi...”. Ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana keadaan masyarakat di Saudi sana? Tidak ada salahnya untuk membaca novel berikut ini E-booknya bisa download di sini Download e-book Seorang wanita menggemparkan seantero negeri. Setiap Jumat siang dia mengirim e-mail ke banyak pengguna internet di segenap pelosok Saudi Arabia. Isinya mengenai berbagai permasalahan yang selama ini dirahasiakan, dan terasa sulit untuk dibicarakan, terutama mengenai para sahabat wanitanya yang hanya diketahui oleh sekelompok kecil orang. Si penulis e-mail hadir setiap minggu dengan perkembangan baru dan peristiwa aktual. Masyarakat luas menjadi demam e-mail dan selalu menunggu-nunggu untuk mendapatkan informasi baru. Akibatnya, di setiap Sabtu pagi, kantor pemerintahan, rumah sakit, kapus perguruan tinggi, dan ruang sekolah menjadi arena diskusi berita tersebut. Pokoknya, surat-surat dunia maya ini menimbulkan gelombang pemikiran reformatif dan cetusan...