Langsung ke konten utama

Postingan

Waktu, jatah hidup kita

Sadarkah kita, kalau hidup kita di dunia makin lama makin berkurang? Hidup kita berkurang seiring dengan berjalannya waktu, namun walaupun sudah mengetahui hal tersebut kenapa masih ada perayaan ulang tahun atau sebagainya? Seharusnya kita sadar bahwa hidup di dunia ini sudah dijatah oleh Allah selama jangka waktu tertentu. dan itu sudah harga mati, tidak bisa ditawar lagi, mau ditambah atau dikurangi pun tidak bisa. tapi masih ada aja orang yang pingin memperpendek umurnya dengan cara bunuh diri yang beraneka ragam macamnya. ada yang minum racun kek, lompat dari gedung tinggi lah, gantung diri, wis pokoke macem-macem lah. dan alasan bunuh diri pun macam-macam juga. ada yang punya banyak hutang trus ndak bisa nebus, ada yang ndak lulus ujian, trus ada lagi yang amat ndak masuk akal : gara-gara cintanya ditolak!! payah bener nih, menyelesaikan masalah dengan masalah baru. istilahnya tutup lobang, gali lobang. STOPP! udah agak nyimpang dari pokok bahasan nih, kembali ke lapp..top!(ikut2...

Lampu kuning, tanda siap2 untuk,,,

merah , kuning, dan hijau,,warna lampu lalu lintas,merah untuk berhenti dan hijau untuk jalan, lalu ada kuning tanda untuk siap2, siap2 untuk menambah kecepatan, lho koq bisa begitu? coba kita amati di tiap persimpangan! tiap lampu kuning menyala, pengendara akan menambah laju kendaraannya, padahal seharusnya mereka siap2 berhenti dengan menurunkan lajunya,,mungkin tidak perlu melihat orang lain,coba kita amati diri kita sendiri, apakah kita seperti itu? begitu pula ketika kita sudah tau kalau hidup di dunia ini sudah lampu kuning, sudah waktunya hampir merah namun kita tidak tau kapan merah akan menyala. bukannya menurunkan kemaksiatan yang diperbuat, malahan frekuensinya menambah bahkan lebiih parah dari itu. pernahkah kita memikirkannya? merenungkan sejenak apa yang tlah kita perbuat?