Langsung ke konten utama

Lampu kuning, tanda siap2 untuk,,,

merah , kuning, dan hijau,,warna lampu lalu lintas,merah untuk berhenti dan hijau untuk jalan, lalu ada kuning tanda untuk siap2, siap2 untuk menambah kecepatan, lho koq bisa begitu? coba kita amati di tiap persimpangan! tiap lampu kuning menyala, pengendara akan menambah laju kendaraannya, padahal seharusnya mereka siap2 berhenti dengan menurunkan lajunya,,mungkin tidak perlu melihat orang lain,coba kita amati diri kita sendiri, apakah kita seperti itu?
begitu pula ketika kita sudah tau kalau hidup di dunia ini sudah lampu kuning, sudah waktunya hampir merah namun kita tidak tau kapan merah akan menyala. bukannya menurunkan kemaksiatan yang diperbuat, malahan frekuensinya menambah bahkan lebiih parah dari itu. pernahkah kita memikirkannya? merenungkan sejenak apa yang tlah kita perbuat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Meringankan Tubuh

Pernah dengar ilmu ini? Apa yang akan anda lakukan jika ternyata tanpa anda sadari, anda sudah memiliki ilmu ini? Menjadi atlet lompat tinggi atau lompat jauh? Mendaki gunung terjal? Atau lain sebagainya, terserah anda! Kalau dikaji sedikit lebih dalam, ternyata kita juga bisa memiliki tubuh yang ringan, melangkah atau bahkan berlari dengan sangat ringan. Terus, apa ada syarat-syarat khusus agar bisa memiliki ilmu ini? Misalnya puasa selama berhari-hari tanpa makan, tidur di kuburan, atau melakukan suatu amalan khusus lainnya? Sebenarnya, syarat yang harus dimililki tidak perlu yang menyiksa diri seperti tadi. Cukup satu saja, apa itu? Itu adalah ikhlas. Lha koq bisa?! Emangnya kalau kita ikhlas atau rela, kita bisa meringankan tubuh kita?! Begini penjelasannya. Ilmu meringankan tubuh di sini bukan berarti tubuh kita menjadi lebih ringan dalam artian sebenarnya. Yang mulanya punya berat badan 80, trus jadi 60 atau lebih. Kalau gitu resep diet dengan ikhlas saja donk!! Buka...

Membeli Tiket Surga Dengan Salam

Mau masuk surga, tapi pengin cari ‘tiket’ yang murah? MAU? Di judulnya bisa beli tiket surga cuman pakai salam aja ya? Gampang banget ya, mau donk. Eh, tapi apa buktinya? Mau buktinya? Cermati hadits Rasulullah saw berikut ini­­­­­­­­­­: عَنْ اَبِي هُرَيرَة قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لاَتَدْخُلُونَ الجَنَّةَحَتَّى تُؤْمِنُواوَلاتُؤمِنُواحَتَّى تَحَابَّواأَوَلاَأَدُلُّكُم عَلَى شَيء إِذَافَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُواالسَّلاَمَ بَينَكُم “Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim) Nah, bagaimana? Mudah bukan? Tunggu apa lagi, amalkan!!!